Prosedur standart touring motor

Pertama kali kita harus pilih petugas untuk memimpin jalannya Touring untuk memudahkan koordinasi saat rombongan dijalan. Petugas dalam Touring yang sering digunakan tersebut antara lain :

-- PETUGAS TOURING --

GROUP LEADER (GL) :
 pemimpin kelompok yang memiliki tanggung jawab dan wewenang tertinggi atas seluruh anggota kelompok selama touring. Bertanggung jawab untuk ketertiban, keteraturan, administrasi, akomodasi, dan kordinasi dari kelompok selama Touring berlangsung.

ROAD CAPTAIN (RC) :
pemimpin perjalanan, bertanggung jawab terhadap teknis perjalanan. KEPUTUSAN selama perjalanan diberikan oleh RC.

SAFETY OFFICER (SO) :
petugas touring pembuka jalan, selama konvoi berada di paling depan barisan. (Additional/biasanya bekerja sama dengan petugas dari kepolisian)

VOORIJDER (VJ) :
pemimpin barisan, mengatur irama barisan dan mengatur formasi barisan. Posisi berada paling depan barisan saat dijalan.

TECHNICAL OFFICER (TO) :
peserta touring yang ditunjuk oleh captain sebagai petugas yang mengkoordinasi apabila ada kerusakan teknis pada motor peserta.

SWEEPER (SW) :
berfungsi untuk menutup barisan belakang dan membantu VJ mengatur barisan, membantu kendaraan lain yang bermaksud untuk mendahului. SW diusahakan tidak terlalu sering bolak balik sepanjang barisan, berbahaya dan mengganggu konsentrasi peserta. Klakson diperbolehkan sesekali, mengingatkan peserta yang mengantuk atau lelah. Posisi SW berada dipaling belakang barisan saat dijalan.

Setelah pemilihan petugas selesai, tahap berikutnya adalah PERSIAPAN.




-- PERSIAPAN --

KONDISI FISIK PESERTA
1. Diharapkan seluruh peserta turing dalam kondisi SEHAT.
2. Dianjurkan sudah melakukan PEMANASAN tubuh sebelum mengendarai motornya.
3. Dianjurkan CUKUP ISTIRAHAT sebelum keberangkatan turing .
4. Dianjurkan untuk makan YANG CUKUP jangan berlebihan agar tidak ngantuk dijalan dan demi menjaga kondisi tetap prima pada saat perjalanan.

PERBEKALAN DIRI
1. Pakaian dan peralatan pribadi
2. Baju hangat/sweater.
3. Kaos kaki cadangan.
4. Peralatan MCK (handuk, sabun, sikat gigi, pasta, dll.) Kalo mau menginap.
5. Makanan kecil/snack/roti.
6. Air mineral/suplemen.
7. Kantong plastik secukupnya
8. Tali secukupnya
9.Solatip/lagban
10.Pisau cutter.
11.Surat-surat kendaraan - SIM - STNK - KTP

PERLENGKAPAN PENGENDARA
a. Helm (Half/Full Face)
b. Sepatu menutupi mata kaki.
c. Jaket touring.
d. Sarung tangan (dianjurkan yg full finger)
e. Jas hujan (bukan ponco)
f. Rompi/Body protector
g. Balac/Kupluk/kethu (bhs jawa ) (Additional)
h. Arm & Knee Protector (Additional)







PERSIAPAN KENDARAAN

A. Fungsi STANDAR kelengkapan motor harus tetap terpasang dan berfungsi.
1. Kaca spion kanan – kiri.
2. Klakson.
3. Lampu Depan, lampu sein, lampu rem
4. Spatbor
5. Ban kumplit tidak gundul.
6. Speedo meter, indikator bensin, dll.

B. Motor sudah di SERVIS, minimal seminggu sebelum keberangkatan touring.
1. Stel klep.
2. Setting dan Clean Karburator + saringan.
3. Ganti oli.
4. Cek busi.
5. Cek lampu
6. Cek rantai.
7. Periksa air ACCU.
8. Cek kanvas REM.
9. Minyak rem (untuk rem cakram).
10.Cek tekan angin pada BAN dan kelayakannya.
11.Cek Sekering.
12.Cek dan kencangkan semua BAUT yg terpasang pd motor.

PERALATAN PENUNJANG (Tool Kits)
a. Kunci pas/ring.
b. Kunci Busi.
c. Tang.
d. Obeng plus/min.
e. Kunci inggris.
f. Baut, mur, ring (cadangan).
g. Bola lampu (cadangan)
h. Sekering (cadangan min. 2 buah).
i. Busi (cadangan).
j. Tali kopling (cadangan).
k. Kabel (cadangan).
l. Lap/kain.

Setelah persiapan selesai, hendaknya saat briefing dijelaskan kembali ketentuan2 saat berkendara dijalan,agar lancar dan selamat sampai tujuan tanpa mengganggu pengguna jalan yang lain.

-- KETENTUAN UMUM --

1. Datang On Time, minimal satu jam sebelum berangkat untuk persiapan dan briefing.
2. Menempatkan para pemula dan peserta yang berboncengan di barisan depan.
3. Wajib mengenali peserta lainnya terutama di depan dan belakang kita berikut petugas rombongan.
4. Hafalkan rute atau peta serta pemberhentian yang telah dijadwalkan.
5. Tidak dalam pengaruh alkohol, obat-obatan terlarang yang dapat membahayakan keselamatan diri sendiri dan orang lain.
6. Konvoi selalu diusahakan di jalur kiri jalan.
7. Kecepatan disesuaikan dengan kondisi jalan.
8. Mengikuti semua perintah petugas yang bertugas baik lisan maupun dalam bentuk kode isyarat.
9. Tidak turut mengatur perjalanan touring kecuali petugas.
10. Dilarang mengintimidasi pengguna jalan lain (memukul, menendang, meludahi, atau bentuk lainnya).
11. Memberikan kesempatan kepada pengendara lain yang secara terpaksa karena kondisi lalu lintas harus masuk dalam barisan konvoi.
12. Tidak menggunakan klakson dan sirine secara berlebihan, kecuali kondisi emergency.
13. Memberikan salam penghormatan kepada petugas polisi, atau pengendara lain dengan mengacungkan ibu jari.
14. Memberikan isyarat yang sopan saat meminta jalan kepada pengguna jalan lainnya, dan mengucapkan terima kasih dengan mengacungkan ibu jari.
15. Patuhi aturan lalu lintas, Tetap menjaga aturan berlalu lintas yang baik. Jangan mentang-mentang rombongan banyak lalu melanggar rambu rambu lalu lintas dengan seenaknya.
16. Nyalakan lampu utama dan hazard, meskipun jalan di siang hari, nyalakan semua lampu utama kendaraan agar kendaran lain yang di depan atau dari arah berlawanan dapat dengan cepat mengetahui keberadaan motor kita.
17. Jangan saling menyalip kawan di depannya kecuali diperintah petugas.
18. Jaga jarak aman antar kendaraan, posisi motor dengan yang depan agak bersilangan (zig-zag), sehingga bisa mengantisipasi bila motor/kendaraan didepan tiba tiba melakukan manuver/rem mendadak.
 19. Selalu waspada dalam berkendara. Bila ngantuk berat atau terjadi masalah, segera beritahu petugas dengan keluar dari barisan sambil mengacungkan tangan dan membunyikan klakson panjang.
 20. Tidak meninggalkan peserta yang mengalami masalah (trouble) dijalan.

Pada saat dijalan pun kita harus sesuai dengan tata cara jika terjadi atau ingin melakukan sesuatu. Berikut tata caranya :

-- TATA CARA --

TATA CARA DI LAMPU LALU LINTAS ATAU DI PERSIMPANGAN

# RC mengurangi kecepatan terutama saat lampu menyala kuning untuk menghindari putusnya konvoi
# tetap dalam konvoi kecuali ditentukan lain oleh RC
# tidak menerobos lampu merah sekalipun konvoi harus terputus

TATA CARA KONVOI TERPUTUS

# SW memberikan pesan horn code (kode klakson)
# RC mengurangi kecepatan
# setelah bebas dari hambatan, peserta yang terputus bersama SW mengejar konvoi dalam kecepatan aman.
# setelah semua bergabung kembali SW kembali memberikan klakson

TATA CARA MENGHALAU PENYUSUP

# maksimalkan jarak motor dengan motor didepannya sesuai kecepatan
# berikan tanda dan berikan jalan untuk mendahului kepada calon dan penyusup
# SW berusaha mengeluarkan penyusup dengan cara-cara yang baik

TATA CARA PESERTA MENGALAMI MASALAH

# peserta berikan tanda darurat mohon berhenti jika memungkinkan
# RC memberhentikan konvoi
# SW advice RC bila tidak mengetahui
# tidak meninggalkan peserta dijalan dalam situasi apapun

 BILA TERJADI KECELAKAAN

# SW memberikan tanda kepada RC untuk berhenti.
# parkir semua motor di lokasi aman (ditunggui salah satu peserta bila perlu)
# korban dirawat sementara atau bawa korban ke balai pengobatan terdekat bila perlu
# semua peserta mengamankan TKP dan atur lalin
# evakuasi dipimpin langsung oleh RC

BILA TERJADI MOGOK

# SW memberikan tanda kepada RC untuk berhenti.
# ditangani oleh peserta yang mengerti
# RC cari bengkel terdekat bila tidak bisa ditangani peserta
# antar dan kawal motor ke bengkel terdekat

Salah satu hal terpenting dalam touring adalah komunikasi. Bisa melalui Rakom (Radio Komunikasi) jika tersedia, bisa juga menggunakan Hand Signal atau isyarat tangan. Kode Isyarat tangan/kaki wajib dikuasai petugas touring dan dapat di mengerti oleh peserta rombongan touring. Kemudian kode isyarat yang diberikan oleh RC/VJ harus diikuti oleh peserta secara berurutan mulai dari peserta nomor 2 & terus ke belakang. Pada prakteknya beberapa isyarat mempunya arti dan makna yang berbeda atau TIDAK BAKU. Hal ini karena disesuaikan dengan gaya dan riding style dari setiap komunitas, jenis motor yang dipakai, maupun sikap dari pengendara itu sendiri.










Isyarat kaki seperti ini biasanya memberitahukan ada halangan, lubang di kanan-kiri jalan.
Untuk "STOP" kadang juga menggunakan isyarat ini.

Mari kita Kampanye-kan Disiplin Berkendara, Tertib Lalin dan menghormati sesama pengguna jalan. Mari kita minimalkan resiko kecelakaan yg mungkin terjadi. Mudah2an semua itu bisa mengangkat citra bikers di masyarakat pada umumnya, juga sesama pengguna jalan pada khususnya.

Komentar

  1. tks gan infonya sangat bermanfaat, ane ijin download gambarnya ya buat dishare di komunitas ane :)
    salam

    BalasHapus

Posting Komentar